Wednesday, January 28, 2026

WISATA PARALAYANG BUKIT TIMBIS, BALI


 Timbis Paragliding, merupakan destinasi wisata paralayang yang menawarkan pengalaman terbang tandem di atas tebing dengan pemandangan laut selatan Bali yang memukau. 

Adapun durasi penerbangan sekitar 15 menit, mencakup rute dari Pantai Pandawa, Pantai Timbis, Pantai Sawangan, Pantai Melasti, hingga Pantai Uluwatu. 

Selama penerbangan, Anda dapat menikmati pemandangan tebing dan laut biru. Harga tiket dibandrol dari Rp1.200.000 per orang, sudah termasuk asuransi, foto, dan video dokumentasi.

Timbis Paragliding beroperasi setiap hari mulai pukul 11.00 hingga 18.00 WITA, dengan waktu terbaik untuk terbang antara pukul 14.00 hingga 17.00 WITA.

link sumber

WISATA PARALAYANG BUKIT SANTION, SUBANG


 Terletak di Desa Cicadas, Kecamatan Sagalaherang, bukit Santiong dikelilingi hamparan kebun teh hijau, menjadikannya lokasi ideal untuk wisata paralayang dan petualangan alam.

Selain wisata paralayang, pengunjung dapat menikmati berbagai aktivitas seru lainnya, seperti flying fox, berkuda, dan camping. Bukit Santiong buka setiap hari dari pukul 06.00 hingga 18.00 WIB. 

Harga tiket masuk kawasan wisata adalah Rp10.000 per orang, dengan biaya tambahan untuk setiap aktivitas: paralayang Rp400.000, flying fox Rp25.000, berkuda Rp100.000, dan camping Rp 25.000.

link sumber

WISATA PARALAYANG PUNCAK GUNUNG MAS, BOGOR


 Agrowisata Gunung Mas di Puncak, Bogor, merupakan destinasi wisata alam yang menawarkan pengalaman wisata paralayang dengan latar belakang kebun teh hijau dan pegunungan. 

Anda dapat menikmati aktivitas paralayang tandem dengan harga mulai dari Rp450.000 hingga Rp550.000 per orang, termasuk sewa alat pelindung diri dan instruktur profesional. 

Untuk mengabadikan momen, tersedia sewa kamera GoPro seharga Rp200.000 hingga Rp300.000, serta jasa fotografer dengan tarif Rp10.000 hingga Rp15.000 per foto.

link sumber

WISATA PARALAYANG PUNCAK LAWANG, SUMATRA BARAT

 

Puncak Lawang, terletak di Kecamatan Matur, Kabupaten Agam, Sumatera Barat, lokasi ini menawarkan panorama spektakuler Danau Maninjau dari ketinggian 1.210 mdpl. 

Terkenal sebagai salah satu spot wisata paralayang terbaik di Asia Tenggara, destinasi ini sering menjadi tuan rumah lomba internasional seperti Lomba Paralayang Internasional Agam 2018.

Wisata ini buka setiap hari dari pukul 07.00 hingga 18.00 WIB, dengan harga tiket masuk Rp25.000. Untuk mencoba paralayang tandem, biaya yang diperlukan adalah sekitar Rp600.000. 

link sumber

WISATA PARALAYANG BATU


 Wisata Paralayang Batu terletak di Jalan Gunung Banyak, Songgokerto, Kecamatan Batu, Kota Batu, Jawa Timur, dengan ketinggian sekitar 1.326 meter di atas permukaan laut. 

Untuk menikmati wahana paralayang, Anda dapat memilih berbagai paket dengan harga mulai dari Rp450.000 hingga Rp850.000, tergantung pada jenis paket yang dipilih.

Jam operasional Wisata Paralayang Batu berbeda-beda tergantung hari. Pada hari biasa (Senin hingga Kamis), tempat ini buka mulai pukul 07.00–17.00 WIB.

link sumber


WISATA DIRGANTARA PARALAYANG


 Paralayang tak hanya sebagai sarana hobi atau prestasi, perkembangan terakhir yang sangat mempengaruhi dinamika olahraga ini adalah ketika paralayang menjadi salah satu wisata petualangan dirgantara yang sangat diminati banyak orang. Semakin banyaknya lokasi terbang dan berkembangnya komunitas serta meningkatnya wisata alam, paralayang mendapatkan imbas positif dari perkembangan itu.

Terkait wisata dirgantara paralayang, sebenarnya telah dimulai sejak akhir tahun 1993 ketika hadirnya parasut tandem, namun proses perkembanganya sangat perlahan hingga berkembang cepat mulai tahun 2010. Saat ini, paralayang menjadi salah satu andalan wisata petualangan Indonesia, sehingga banyak pejabat daerah yang terlibat untuk mengembangkannya. (Get/WY)

link sumber

KEJUARAAN PARALAYANG


 Kejuaraan nasional paralayang menjadi bagian penting perkembangan paralayang yang secara rutin diselenggarakan setiap tahun. Lompatan besar perkembangan paralayang terjadi ketika paralayang menjadi bagian dari PON (Pekan Olahraga Nasional) pada tahun 2000 di Batu, Malang, Jawa Timur. Banyak kegiatan internasional pun diikuti, setidaknya ada 3 kegiatan multi event yang menapakkan paralayang menjadi salah satu cabor yang akhirnya ikut mendukung prestasi dunia olahraga Indonesia.

Pada tahun 2008, Paralayang Indonesia memperoleh 7 medali emas dari 8 yang diperebutkan di Asian Beach Games (ABG), Bali. Pada tahun 2011 memperoleh 10 medali emas dari 12 medali yang diperebutkan di SEA GAMES Puncak, Bogor. Pada Asian Games tahun 2018 memperoleh 2 medali emas dari 6 yang diperebutkan. Prestasi paralayang juga terukir dari kejuaraan-kejuaraan tunggal paralayang dari kurun waktu 2010 sd 2019, beberapa atlet Paralayang Indonesia berhasil naik podium pada kejuaraan bergengsi nomor ketepatan mendarat.

link sumber

SEJARAH PARALAYANG


 Pada tahun 1988, seorang fotografer asal Perancis mengirimkan sebuah Parasut Paralayang ke Lody Korua, sebagai imbal jasa ditemaninya Tim Ekspedisi Perancis ke Pulau Seram. Setelah sekian lama tersimpan, parasut ini dipinjamkan kepada (alm) Dudy Arief Wahyudi, untuk selanjutnya dibawa ke Yogyakarta.

Berbekal parasut ini, maka (alm) Dudy dan Gendon Subandono, mencobanya secara otodidak, dengan mempelajari buku manual yang ada, dan inilah perkembangan olahraga Paralayang di Indonesia. Parasut tipe Drakkar Everest ini pun menjadi parasut pertama yang kemudian dipergunakan untuk belajar banyak orang.

Di awal perkembangannya, olahraga paralayang dikenal dengan sebutan olahraga terjun gunung. Kelompok Terjun Gunung Merapi yang didirikan di Yogyakarta menjadi salah satu penanda hadirnya komunitas olahraga dirgantara ini. Ada pula, turis asal Perancis lainnya, Bernard Fode (alm) yang akhirnya menetap di Bali, pada tahun 1990, dan memulai kegiatan terbang Paralayang di Pantai Timbis, Bali.

Pada kurun waktu berikutnya, mulai hadir para penggiat yang mewarnai olahraga ini. Pada tahun 1992 ini tercatat tak lebih dari 5 parasut yang ada di Indonesia. Lokasi yang dipakai untuk kegiatan Paralayang saat itu adalah Puncak, Bukit Sentul, Lido (Jawa Barat), Pantai Parangtritis (Yogyakarta) dan Timbis (Bali).

link sumber

PERALATAN PARALAYANG


 Peralatan paralayang sangat ringan, berat seluruh perlengkapannya (parasut, harness, parasut cadangan, helmet) sekitar 10 – 15 kg. Peralatan paralayang juga sangat praktis karena dapat dimasukkan ke dalam ransel yang dapat digendong di punggung.

Perlengkapan utama dalam olahraga paralayang antara lain parasut utama dan cadangan, harness, dan helmet. Perlengkapan pendukung terbang yang diperlukan antara lain variometer, radio/HT, GPS, windmeter, peta lokasi terbang, dll. Sedang perlengkapan pakaian penerbang antara lain baju terbang/flight suit, sarung tangan, dan sepatu berleher tinggi/boot. Jenis parasut yang dipergunakan sangat tergantung dari tingkat kemampuan penerbang dan berat penerbang. Setidak-tidaknya terdapat tiga jenis parasut paralayang yaitu, parasut untuk pemula, parasut untuk penerbang menengah, dan parasut untuk penerbang mahir. Ukuran parasut juga harus sesuai dengan berat penerbangnya. Ukuran yang tersedia antara lain XS, S, M, L serta LL untuk terbang berdua/tandem.

link sumber

PARALAYANG


 Paralayang atau luncur layang (bahasa Inggris: paragliding) adalah olahraga terbang bebas dengan menggunakan sayap kain (parasut) yang lepas landas dengan kaki untuk tujuan rekreasi atau kompetisi. Induk organisasinya adalah PLGI (Persatuan Layang Gantung Indonesia), sedangkan PLGI sendiri di bawah naungan FASI (Federasi Aero Sport Indonesia).

Olahraga paralayang lepas landas dari sebuah lereng bukit atau gunung dengan memanfaatkan angin. Angin yang dipergunakan sebagai sumber daya angkat yang menyebabkan parasut ini melayang tinggi di angkasa terdiri dari dua macam yaitu, angin naik yang menabrak lereng (dynamic lift) dan angin naik yang disebabkan karena thermal (thermal lift). Dengan memanfaatkan kedua sumber itu maka penerbang dapat terbang sangat tinggi dan mencapai jarak yang jauh. Yang menarik adalah bahwa semua yang dilakukan itu tanpa menggunakan mesin, hanya semata-mata memanfaatkan angin.[1]

link sumber

WISATA PARALAYANG BUKIT TIMBIS, BALI

 Timbis Paragliding, merupakan destinasi wisata paralayang yang menawarkan pengalaman terbang tandem di atas tebing dengan pemandangan laut ...